toko herbal

Mengenal Power Suply

Minggu, 04 Mei 2014
Coba bayangkan apabila anda menghidupkan  Mini compo menggunakan batu baterai? tentu boros bukan. Untuk menghidupkan mini compo biasanya membutuhkan tegangan 12 volt setara dengan 6 buah baterai dengan harga batu baterai Rp.5000/ pcs berarti anda harus mengeluarkan biaya Rp.30000 itu saja daya tahannya terbatas. Untungnya peralatan elektonika kebanyakan telah menyediakan fitur AC/DC maksudnya selain bisa menggunakan sumber tegangan DC seperti Batu baterai  atau Aki juga bisa langsung dicolokan ke sumber tegangan AC misalnya Listrik PLN.
Lantas kalau menggunakan tegangan 220 volt apakah berarti peralatan tersebut menggunakan tegangan 220 volt?Tentu tidak.Sebagai contoh Mini compo tadi ,sebenarnya walaupun  peralatan tersebut menggunakan listrik PLN sebenarnya yang digunakan tetap 12 volt.Lho kok Bisa?ya tentu saja bisa karena didalam Mini compo tersebut terdapat alat yang bisa mengubah  sumber listrik AC menjadi DC dan menurunkan tegangan sesuai dengan kebutuhan.Alat tersebut dalam dunia elektronika disebut dengan Power supply atau biasanya orang menyebut Adaptor.Contoh yang paling mudah adalah Charger Handphone.
Nah pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menjelaskan secara ringkas cara kerja dari power supply.

Power Suply
 
3  Bagian penting Power suply 
 
1.Penurun tegangan.
 
Tugas ini dikerjakan oleh komponen transformator step down singkatnya tegangan 220 volt PLN diturunkan menjadi beberapa volt saja Namun masih berupa tegangan AC.
 
2.Penyearah.
 
Karena peralatan elektronika membutuhkan tegangan DC oleh karenanya  tegangan yang sudah diturunkan tadi harus disearahkan dulu menjadi tegangan DC.Tugas ini dikerjakan oleh komponen Dioda umumnya menggunakan Dioda Bridge
 
3.Perata.
 
Setelah melewati Dioda tegangan menjadi DC namun hasilnya belum rata misalkan langsung digunakan untuk rangkaian audio akan menimbulkan noise/dengung.Untuk itu diperlukan perata tegangan .Tugasnya dikerjakan oleh komponen yang berupa Kondensator.
 
Setelah melewati 3 proses tersebut tegangan sudah bisa digunakan sesuai kebutuhan. Namun terkadang ada rangkain yang membutuhkan tegangan yang stabil seperti pada rangkaian digital,Radio FM tuner dan lain-lain oleh sebab itu tegangan yang digunakan harus benar-benar stabil.Untuk itu sangat diperlukan regulator tegangan yang bisa menstabilkan tegangan saat tegangan PLN  Naik turun.Umumnya komponen untuk regulator tegangan menggunakan IC  misalnya IC LM 7812.
 
Apabila anda pemula setelah anda mengetahui PeralatanKerja,Komponen dasar elektronikapengetahuan berikutnya yang harus anda miliki yaitu tentang power supply ini.Artinya sebelum anda mulai praktek membuat rangkaian yang lain anda terlebih dahulu menguasai power supply.
Demikian Informasi tentang Mengenal Power SuplySemoga bermanfaat Dan Terima Kasih atas Kunjungannya.
 
 http://bisaelektronika.blogspot.com/2013/05/mengenal-power-suply.html

Mengenal Listrik

Coba  Bayangkan apabila di daerah Anda belum terjangkau Jaringan Listrik,Repot Bukan?Tak bisa dipungkiri listrik memang menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia.Selain digunakan untuk penerangan listrik juga digunakan untuk sumber tenaga peralatan rumah tangga yang sebagian besar menggunakan listrik misalnya Televisi,DVD Player,Speaker Aktif,Blender,Rice Cooker,Pompa air dan lain-lain.Termasuk juga bidang Elektronika sangat membutuhkan sekali Listrik .Bagaimana tidak?Untuk merakit dan Menguji Rangkaian elektronika seperti Power supply,Amplifier dan lain-lain menggunakan listrik.Oleh sebab itu jika anda ingin menekuni hobi elektronika Hal pertama yang harus anda pelajari yaitu Tentang Lisrik jangan sampai ketika anda sedang praktek kemudian ada masalah dengan Listrik Anda tidak bisa mengatasinya.
Nah…kali ini saya akan membahas tentang dasar-dasar kelistrikan sebagai bekal untuk menekuni hobi elektronika.

Listrik
  
1.Kegunaan.Tenaga Listrik dapat dirubah menjadi tenaga Mekanik contohnya Kipas Angin,Pompa Air kemudian Tenaga listrik bisa juga untuk memproses kimia contohnya pada pengisisan Aki.Tenaga listrik bisa juga dirubah menjadi energi panas misalnya Setrika,Solder,Rice Cooker kemudian Tenaga listrik bisa juga menimbulkan cahaya misalnya Lampu dan yang terakhir Tenaga listrik digunakan sebagai sumber daya didalam tehnik elektronika misalnya Televisi,Amplifier.
2.Sumber Arus Listrik.Sebuah peralatan yang mampu menghasilkan arus listrik dinamakan Sumber Arus Listrik yang terbagi berdasarkan peristiwanya,Diantaranya Listrik yang ditimbulkan karena Induksi/Magnetik dan digerakkan tenaga mekanis misalnya Generator/Dinamo,Listrik yang ditimbulkan karena proses kimia misalnya Aki,Baterai.Kemudian Listrik  yang ditimbulkan karena cahaya misalnya solar sel.
3.Penghantar Listrik.Untuk mengalirkan arus listrik dari Sumbernya ke peralatan diperlukan penghantar listrik Namun tidak semua benda dapat menghantarkan arus listrik.Oleh sebab itu diperlukan pengetahuan tentang pembagian benda berdasarkan sifat penghantarnya yiatu:Konduktor,Resistor dan Isolator.Konduktor dapat dengan mudah menghantarkan arus listrik misalnya besi,tembaga sedangkan Resistor sulit untuk menghantarkan arus listrik misalnya Nikelin,arang dan yang terakhir Isolator sama sekali tidak bisa menghantarkan arus listrik misalnya Kayu,Plastik.
4.Kuat arus,hambatan,tegangan dan  Daya listrik.Berbicara tentang Listrik tak bisa lepas dari 4 istilah berikut ini: Kuat arus,Hambatan,tegangan listrik dan  Daya listrik.Besarnya kuat arus listrik diukur dengan satuan Ampere.Kemudian besarnya hambatan listrik diukur dengan satuan Ohm.Selanjutnya besarnya tegangan listrik diukur dengan satuan Volt.Dan yang terakhir Daya listrik adalah Hasil kali tegangan dengan kuat arusnya dengan satuan Watt.
5.Arus AC/DC.Arus AC (Arus Bolak Balik) merupakan arus listrik yang mengalir dari kutub positif ke kutub negative dan kemudian bertujkar arah dari kutub negatife kekutub positif yang terjadi secara berulang-ulang Misalnya Listrik PLN.Sedangkan Arus DC(Arus searah) hanya mengalir dari kutub positif ke negatif secara terus menerus tanpa bertukar arah Misalnya Baterai,Aki.
5.Mencegah Bahaya Listrik.Hobi Elektronika akan selalu berhubungan dengan listrik misalnya Menyolder atau Mencoba Rangkaian oleh sebab itu diperlukan Antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang bisa membahayakan keselamatan jiwa.Berikut ini Tips untuk mencegah bahaya listrik.
1.Hindari menumpuk stop kontak dalam satu sumber listrik.
2.Pakailah  sekering yang sesuai dengan Daya yang tersambung.
3.Jangan Biarkan ada kabel yang terkelupas atau terbuka.
4.Gunakan bahan instalasi seperti Kabel,Sakelar,Fitting yang berkualitas  minimal Berlabel SNI.
5.Selalu hati-hati dan tidak  ceroboh dalam menggunakan listrik jika perlu selalu menggunakan alas kaki/Sandal kering ketika merakit/menyolder dan mencoba rangkaian.
6.Pastikan Instalasi listrik dirumah anda memiliki Grund/Pentanahan yang Benar cirinya menggunakan instalasi 3 kabel(Biasanya Merah/+,Hitam- dan Kuning Ground).Pernahkah anda memegang Lemari ES atau CPU Komputer kesetrum?Hal tersebut disebabkan instalasi yang digunakan tidak menggunakan 3 kabel.

Demikian Tutorial tentang Mengenal Listrik yang bisa saya sampaikan kali ini Semoga bermanfaat dan terima Kasih Atas kunjungannya.
 
 http://bisaelektronika.blogspot.com/2013/07/mengenal-listrik.html

Cara Menggunakan Multimeter

 

Multimeter


Merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dikuasai jika Anda ingin belajar elektronika.Sebelumnya saya sudah berbagi informasi tentang Peralatan kerja Elektronikasalah satunya Multimeter.Jika dibandingkan dengan peralatan lainnya multimeter merupakan peralatan yang paling penting dengan kata lain Multimeter itu tangan kanan bagi seorang teknisi elektronika.Bagaimana tidak dengan sebuah alat bisa membantu banyak pekerjaan dari menguji komponen yang akan dirakit,Mengukur Hambatan,Mengukur tegangan sampai mengukur Arus listrik.
Perlu Anda ketahui pada prinsipnya pada prinsipnya sebuah multimeter memiliki 3 fungsi pokok yaitu: Ohmmeter untuk mengukur besaran hambatan listrik,Voltmeter untuk mengukur besaran tegangan listrik dan Amperemeter untuk mengukur arus listrik.
Mengingat begitu pentingnya kegunaan multimeter kali ini saya akan berbagi informasi tentang Cara Menggunakan Multimeter namun untuk mempersempit pembahasan saya hanya membahas Multimeter Jenis Analog.Berikut ini tutorial selengkapnya:

Cara menggunakan Ohmmeter


Ohmmeter dapat dipergunakan untuk:
1.  Mengukur besarnya nilai hambatan Resistor,caranya sebagai berikut:
a. Putar sakelar pemilih pada posisi yang dikehendaki (Rx1/ Rx10/ Rx1k/ Rx10k)
b. Colokkan kabel merah ke lubang positif dan kabel hitam kelubang negatif multimeter.
c. Hubungkan colok kabel merah dan colok kabel hitam jarum akan bergerak kekanan
d. Aturlah hingga jarum menunnjuk tepat angka nol dengan memutar pengatur nol yang berada disebelah kanan.
e. Lepaskan kembali colok kabel merah dan hitam jarum akan kembali keposisi semula.
f. Tempelkan colok merah di kaki resistor dan colok hitam dikaki lainnya bisa dengan tanpa sentuhan tangan atau bisa juga dengan dipegang dengan tangan dengan catatan hanya satu tangan jangan kedua tangan memegang resistor.
g.  Jarum akan menunjuk angka teretentu

HP=PJxBU
HP=Hasil Pengukuran
PJ=Penunjukkan Jarum
BU=Batas Ukur
2. Menguji Putus atau tidaknya sebuah penghantar.
Untuk menguji  putus atau tidaknya sebuah penghantar Misalnya Anda ingin menguji sebuah gulungan kawat, kabel atau jalur PCB yang tipis caranya sebagai berikut:
a. Gunakan saklar pada posisi Rx1k
b. Tempelkan colok kabel merah pada salah satu ujung dan colok hitam pada ujung lainnya.
c. Bila jarum bergerak kekanan berarti kawat tidak putus sebaliknya jika jarum tidak bergerak berarti kawat putus.Jika multimeter tersebut memiliki fitur Buzz  anda bisa menggunakan saklar pada posisi Buzz jika kedua colok ditempelkan keujung kabel maka jika kawatnya tidak putus maka multimeter akan berbunyi.
3. Menguji Kondensator,Dioda ,Transistor dan Transformator.Silahkan lihat Menguji Komponen.
Cara menggunakan Voltmeter DC.
Cara menggunakan Voltmeter DC silahkan lihat Mengukur tegangan DC
Cara menggunakan Voltmeter AC.
Menurut saya pada prakteknya sebenarnya jarang sekali menggunakan Voltmeter AC  karena kebanyakan rangkaian elektronika menggunakan tegangan DC.Meskipun demikian Voltmeter  AC tetap dibutuhkan terutama untuk para Teknisi Televisi  misalnya untuk mengukur tegangan powersuplynya.Voltmeter AC juga bisa digunakan untuk mengukur tegangan AC listrik PLN atau Generator.Jika Listrik dirumah anda stabil saya pikir tidak perlu diukur tegangannya.

Cara Menggunakan Amperemeter.

Sama seperti Voltmeter AC  Amperemeter juga jarang digunakan. Amperemeter digunakan untuk mengukur besarnya arus listrik DC yang mengalir pada rangkaian. Umumnya multimeter hanya bisa mengukur arus listrik DC sampai 500 mA saja.
Tutorial Cara menggunakan Multimeter diatas menurut saya tidak sulit untuk dikuasai asalkan langsung dipraktekkan Mudah-mudahan bermanfaat!

http://bisaelektronika.blogspot.com/2014/01/cara-menggunakan-multimeter.html

Mengenal Komponen Elektronika : Resistor(2)

Jumat, 02 Mei 2014
Menyambung artikel sebelumnya tentang Jenis Resistor kali ini agar penjelasan tentang komponen elektronika resistor lebih mendetail saya mencoba berbagi informasi tentang kegunaan resistor,Cara membaca kode warna resistor,Variable Resistor,Komponen Pengganti dan Satuan Resistor.Jika dibandingkan dengan komponen elektronika yang lain saya pikir Resistor yang paling mudah dipahami walaupun anda belajar secara otodidak namun jangan lupa tidak cukup hanya membaca teorinya saja alangkah baiknya langsung praktek dengan mengamati secara langsung.
 
Oke…langsung saja berikut ini informasi selengkapnya:

Komponen Elektronika
Simbol Resistor
Kegunaan Resistor
Resistor banyak digunakan dalam rangkaian elektronika untuk:
1.Membagi tegangan listrik
2.Pembagi arus pada rangkaian paralel
3.Menurunkan tegangan listrik
4.Pemikul beban (Load resistance)

Cara Membaca Kode Warna Resistor
Kebanyakan Resisitor yang akan sering anda jumpai ketika praktek adalah resistor yang menggunakan kode warna untuk menyatakan besarnya hambatan listrik  dan biasanya resistor jenis karbon dan Metal film.Anda bisa mengetahui besaranya hambatan listrik dengan membaca kode warna tersebut caranya sebagai berikut:
Urutan Kode warna :Hitam,Coklat,Merah,Oranye,Kuning,Hijau,Biru,Ungu,Abu-Abu,Putih Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar dibawah ini:

Kode Warna Resistor
Untuk resistor yang memiliki 4 gelang warna(Resistor Karbon):
Gelang ke 1 Menyatakan =Angka ke 1
Gelang ke 2 Menyatakan =Angka ke 2
Gelang ke 3 Menyatakan  banyaknya /Faktor Perkalian(10⁰-10⁹)
Gelang ke 4 Menyatakan =Toleransi.Coklat 1% Merah 2% Hijau 0.5% Biru 0,25% Ungu 0,1% Abu-abu 0,05% Emas 5% Perak 10% Tak berwarna 20% Yang Umum digunakan Emas,Perak dan Coklat.
Contoh Sebuah Resistor memiliki warana Abu-abu merah oranye emas nilainya berarti:
Gelang ke 1 =Abu-abu=8(Angka ke 1)
Gelang ke 2=Merah=2(Angka ke 2)
Gelang ke 3=Oranye=10³=1000(Faktor Perkalian)
Gelang ke 4=Emas=5%(Toleransi)
Jadi nilai resistor tersebut=82x1000=82.000 Ohm
Anda tentu akan bertanya-tanya Angka ke 4/Toleransi Maksudnya apa?Jawaban ringkasnya nilai resistor yang masih bisa ditolerir jika ternyata nilai resistor tersebut ketika diukur dengan ohmmeter tidak sesuai dengan kode warnanya.Dari contoh diatas nilai resistor=82.000 Ohm toleransi 5%=5/100x82.000=4100 Ohm Jadi Nilai resistor Maksimum 82.000+4100=86100 Ohm sedangkan Nilai Minimum=82.000-4100=77900 Ohm Kesimpulannya jika sebuah resistor dengan kodewarna Abu-abu Merah Orange Emas nilainya antara 77900-86100 Ohm artinya resistor tersebut masih baik.Oleh karena itu cara mengetahui nilai resistor yang paling akurat yaitu menggunakan multimeter.
Untuk resistor yang memiliki 5 gelang warna (Resistor Metal Film)
Gelang ke-1 Menyatakan Angka ke 1
Gelang ke 2- Menyatakan Angka ke 2
Gelang Ke 3 Menyatakan =Angka ke 3
Gelang ke 4 Menyatakan jumlah Nol/Faktor Perkalian
Gelang Ke 5 Menyatakan =Toleransi
Contoh sebuah Resistor memiliki  warna : Merah, Coklat, Merah, Oranye dan Emas maka nilainya berarti=212x1000=212000 Ohm Toleransinya 5%

Variable Resistor.
Besarnya hambatan listrik sebuah resistor  bisa diketahui dengan melihat kode warna atau nilai yang tertera langsung di bodinya dan nilainya tidak akan berubah kecuali jika mengalami kerusakan  namun ada jenis resistor yang nilai hambatannya bisa berubah-ubah namanya variable resistor atau disingkat VR.Bahannya ada yang terbuat dari zat arang  adapula yang terbuat dari kawat nikelin.Contoh yang paling mudah terdapat pada pengatur volume/bass/treble speaker aktif,pengatur volume pada Compo dan lain-lain.Dilihat dari cara kerjanya VR dibedakan menjadi 2 yaitu Potensiometer  dan trimpot.Potensiometer cara merubah hambatannya biasanya dengan cara memutar As nya kekiri kekanan atau menggeser dari  atas kebawah sedangkan trimpot cara merubah hambatannya dengan cara mengetrim menggunakan obeng.

Komponen Pengganti.
Masalah yang terkadang muncul ketika merakit suatu rangkaian elektronika yaitu tidak tersedianya komponen yang sesuai dengan yang dibutuhkan.Cara mengatasinya anda bisa mempergunakan komponen pengganti yang nilainya sama.Untuk resistor komponen pengganti bisa anda dapatkan dengan menggabung 2 resistor atau lebih bisa dengan hubungan seri atau paralel namun yang paling mudah menggunakan hubungan seri karena anda tinggal menjumlahkan semua resistor contohnya jika anda ingin mengganti Resistor yang nilainya 100 Ohm dengan  anda tinggal menggunakan 2 resistor ukuran 50 Ohm.Sedangkan bila menggunakan hubungan paralel agak sedikit ribet karena perhitungannya menggunakan pembagian.

Satuan Resistor
1 Kilo ohm atau 1K Ohm = 1000 Ohm
1Mega ohm atau 1M = 1000 kilo ohm
1K2 Ohm= 1200 Ohm
1M9 Ohm=1900K Ohm
1R2 Ohm= 1,2 Ohm
 
Sampai disini dulu informasi tentang Mengenal Komponen Elektronika : Resistor(2) Semoga semakin menambah pengetahuan Anda khususnya komponen elektronika Terima Kasih Atas Kunjungannya.
 
sumber : http://bisaelektronika.blogspot.com/2014/04/mengenal-komponen-elektronika-resistor2.html

Mengenal Komponen Elektronika : Resistor(1)

   -Memahami Dasar-dasar elektronika termasuk Komponen Elektronika bagi Anda yang ingin mempelajari Elektronika adalah sangat vital Bagaimana tidak?
  Semua rangkaian elektronik terdiri dari komponen-komponen seperti Resisitor,Kondensator,Transisitor dan lain-lain yang kemudian dirangkai sedemikian rupa membentuk satu kesatuan menjadi piranti elektronik yang beraneka ragam.Oleh karena itu Anda harus memahami kegunaan,jenis,cara mengukur/Menguji,Cara pemasangan dan lain-lain setiap komponen elektronika.Dipostingan sebelumnya saya sudah menginformasikan tentang Komponen Elektronika namun hanya bersifat Global,
Nah…Kali ini saya mencoba berbagi informasi khusus tentang Komponen Elektronika Resistor namun supaya mudah dipahami saya mempersempit bahasannya hanya seputar Jenis-jenis resisitor untuk pembahasan hal-hal lainnya bisa saya informasikan dipostingan berikutnya.
Baiklah langsung saja berikut ini jenis-jenis resistor selengkapnya:

Komponen Elektronika

1.Carbon Resistor.Resisitor jenis ini biasanya memiliki toleransi 5% atau 10%,ada 3 buah garis warna dan warna keempat menunnjukkan nilai toleransi yang ditandai dengan warna emas dan perak.
2.Metal Film Resisitor.Resisitor jenis ini memiliki toleransi 1%,ada 4 garis warna dan warna kelima menunjukkan nilai toleransi atau berwarna coklat.Jika suatu saat anda ingin merakit rangkaian audio misalnya tone control agar performanya meningkat untuk jalur tertentu gunakan resisitor jenis metal film minimal pada jalur feed back serta jalur-jalur yang dilalui sinyal suara.Cara mencari jalur feedback yaitu cari resistor yang terhubung antara jalur speaker kebagian disekitar rangkaian input amplifier dan cari resistor yang terhubung ke ground melalui capasitor.
3.Resistor Kawat atau Spiral.Resistor jenis ini biasanya memiliki nilai dibawah 1 ohm misalnya 0,5 ohm,0,47 ohm,0,33 ohm,0,22 ohm atau nilai-nilai lainnya.Resistor jenis ini memiliki ukuran daya diatas 2 watt  umumnya yang banyak dipakai ukuran 5 watt.
4.Resistor NTC(Negative Temperature Coefficient) & Resistor PTC(Positive Temperature Coefficient).Resistor jenis ini lebih dikenal dengan istilah Termistor.Nilai resistor jenis ini tergantung suhu  disekitarnya.Nilai resistansi resistor NTC akan turun jika suhu disekitarnya Naik sedangkan Resisitor PTC resistansinya naik kalau suhunya naik.Biasanya resistor jenis ini dimanfaatkan sebagai sensor suhu misalnya untuk Kipas Angin .Jika Anda mempunyai problem dengan alat tersebut Cobalah Buka sendiri untuk kipas angin biasanya dipasang dan ditanamkan secara langsung kedalam gulungan kawat spoel ,Carilah jika ada sambungan yang gendut itulah letak resistor PTC kemudian cek dengan multitester jika memang rusak harus diganti.
5.Resisitor Peka Cahaya atau LDR (Light Diode Resistor).Resistor jenis ini Nilainya tergantung intensitas cahaya,resistansinya sangat tinggi dalam gelap(Kira-kira 10 M ohm).Pemanfaatannya biasanya untuk rangakaian Alarm.

Demikian informasi tentang Mengenal Komponen Elektronika : Resistor(1) semoga bisa menambah pengetahuan anda khususnya Komponen elektronika

sumber : http://bisaelektronika.blogspot.com/2014/03/mengenal-komponen-elektronika-resistor1.html
 

teknologiku Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger